Search for: Tanaman organik
bercengkrama dengan alam
Search for: Tanaman organik
Dengan berbagai keterbatasan yang kita miliki, bukan berarti kita tidak dapat berpartisipasi dalam upaya pengelolaan lingkingan hidup. dimulai dari pekarangan rumah, banyak hal yang didapat kita lakukan untuk mengelola lingkungan disekitar kita.
* Konservasi Air
isu kelangkaan air bersih sudah menjadi perbincangan di tingkat nasional dan internasional dalam beberapa tahun terakhir ini, untuk membantu mengurangi permasalahn ini manfaatkan pekarangan rumah kita untuk mengkonservasi air, dengan membuat parit/areal/sumur/lubang resapan. (Lihat Brosur Seri 3 "Air Sumber Kehidupan : Manfaatkan dan Lestarikan")
* Pengelolaan Limbah Domestik
Masalah pengelolaan limbah domestik adalah merupakan salah satu masalah prioritas di lingkungan perkotaan. Pengelolaan limbah domestik yang tidak memadai akanmenyebabkan pencemaran air tanah, pencemaran udara, bau, meningkatkan masalah kesehatan dan higinitas, berkontribusi terhadap isu perubahan iklim. Untuk itu manfaatkan pekarangan rumah kita untuk mengelola limbah domestik dengan mengolah limbah organik menjadi kompos, pupuk cair dan bioaktivator (Lihat Brosur Seri 2 " Ayo Kita Kelola Limbah Rumah Tangga Kita Sendiri") untuk penghijauan dipekarangan kita.
Cara Membuat Kompos
Cara Membuat Pupuk Cair
* Penghijauan
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan bercocok tanam dipekarangan rumah kita, selain pekarangan lebih asri dan cantik, kualitas lingkungan disekitar rumah akan lebih baik. karena selain menghasilkan oksigen, tanaman juga dapat menyerap CO2, menyaring debu, menyerap kelebihan air, menjaga kestabilan tanah, habitat bagi fauna, meredam kebisingan, mengurangi kekuatan angin, serta fungsi-fungsi lainnya. Berbagai jenis tanaman dapat ditanam dipekarangan rumah kita :
Dilihat dari aspek ekologis, pohon pelindung memberi dampak lebih besar terhadap perbaikan kualitas lingkungan. Sebagai gambaran, sebuah
pohon pelindung ukuran besar dapat menyediakan oksigen untuk 2 orang dewasa jenis tanaman keras adalah tanaman buah, tanaman bunga
dan tanaman kayu.
Jenis tanaman ini bisa langsung dikonsumsi keluarga untuk menjaga kesehatan maupaun dibudidaya untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Contoh : Jahe (Zibinger officinale roscoe) untuk pengobatan flu dan pilek, mencegah mual, mabuk, migren, kembung, menurunkan tekanan darah: Bawang Putih (Allium sativum l.) adalah sumber anti oksidan untuk membantu menutup luka, menurunkan tekanan daeah, menyeimbangkan gula darah, jus bawang putih untuk asma, batuk serak: sambiloto (Andrographis paniculata) untuk antiradang, jerawat, hepatitis, kencing manis, bronkhitis, keputuhan, demam dan influenza.
Banyak jenis tanaman buah yang merupakan pohon pelindung, seperti pohon mangga, rambutan, jambu, dll. Jenis tanaman ini bermanfaat secara ekologis dan dapat dikonsumsi oleh keluarga atau dijual untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Sedangkan jenis lalapan selain untuk dikonsumsi sehari-hari ternyata memiliki khasiat, seperti Ketimun (Cucumis sativus) untuk menurunkan tekanan darah, sariawan, mengobati jerawat dll : Delima merah (Punica granatum)ckulit untuk mengobati diare, kulit akarnya untuk mengobati cacingan: jus buah untuk penyakit jantung dan meluruhkan lemak. Jika lahan terbaras, maka tanaman tersebut dapat ditanam secara verticultur atau didalam pot atau barang-barang bekas yang dimanfaatkan sebagai pot (mis: ember, kaleng, kemasan plastik bekas dll). Syarat yang harus dipenuhi adalah pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan ketinggian tempat, pemupukan yang efektif, pemilihan bibit tanaman, media tanam dan pot serta pengendalian huma dan penyakit tanaman.
Tehnik Bertanam Vertikultur
Verticulture berasal dari kata vertical dan culture, yaitu budidaya tanaman secara vertikal. Cara bertanam bisa dengan rak-rak bertali. Rak ini bisa diletakkan di teras maupun digantung. Jika dengan cara bertanam konvensional 1 m hanya dapat menanam 20 tanaman atau bahkan lebih. Cara bertanam seperti ini sangat cocok diterapkan dilahan sempit dan rawan banjir, karena mudah dipindahkan. Berbagai tanaman dapat ditanam dengan cara ini, mulai dari tanaman sayur, tanaman obat, maupun tanaman bunga. Bisa juga dikombinasi agar "kebun mini" ini semakin kaya variasi.
* Sarana Interaksi Sosial
Pekarangan yang bersih dan asri merupakan tempat yang nyaman untuk melakukan interaksi sosial, baik dengan keluarga maupun dengan teman, tetangga dan kerabat. Dengan susana yang nyaman, diskusi informasi bisa berkembang menjadi kegiatan produktif. Tukar menukar berbagai informasi, terutama seputar isu pengelolaan limbah domestik, penghijauan dan konservasi air dapat dilakukan dipengarangan rumah dan langsung dipraktekan. Bahkan seringkali ruang terbuka menjadi pilihan untuk menyelenggarakan pertemuan/pelatihan/sarasehan.
Memanfaatkan pekarangan rumah sebagai tempat sarana interaksi sosial tidak saja lingkungan sekitar rumah kita menjadi asri, kita pun menjadi semakin akrab dengan tetangga, para kerabat dan juga produktif.
sumber : KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP
Seolah tak percaya, Munawar terperangah dengan hasil panen nilanya kali ini yang lebih cepat dari biasanya. Menggunakan benih Nirwana (nila ras wanayasa), pembudidaya Keramba Jaring Apung di Waduk Saguling Jawa Barat itu mendapati siklus pemeliharaan lebih singkat. “Dengan benih nila lokal biasanya saya panen 6 bulan ukuran 5-6 ekor/kg, ini cukup 4 bulan,” katanya kepada TROBOS di Purwakarta Jawa Barat (Jabar) medio November lalu. Kini teman-teman Munawarwan sesama pembudidaya KJA di Saguling sebagian mengikuti jejaknya, menggunakan benih Nirwana.
Nirwana merupakan satu dari sejumlah jenis nila hitam unggulan yang sudah dirilis di Indonesia. Nila hasil penelitian Balai Pengembangan Benih Ikan (BPBI) Wanayasa Purwakarta itu punya keunggulan pertumbuhan cepat dan daging yang dihasilkan tebal. Proporsinya 3 kg nila utuh menghasilkan 1 kg fillet (daging tanpa tulang). Menurut Kepala BPBI Wanayasa, Budiman, Nirwana merupakan persilangan famili nila GET (Genetically Enhanched Tilapia) dan GIFT (Genetic Improvement for Farmed Tilapia) yang berasal dari Filipina. Penelitian Nirwana dimulai 2002 dan disebar ke masyarakat 2006.
Saat ini indukan Nirwana yang tersebar sudah sampai generasi 4 (F4), meski F5 sudah mulai diproduksi. Pihaknya mentargetkan, stok famili setiap generasi minimal sebanyak 60 famili. Satu famili terdiri atas 10 induk jantan dan 10 induk betina. “Kita telah uji, pertumbuhan jantan F3 30% lebih baik ketimbang induknya (F2). Sementara yang betina, F3 pertumbuhannya 12% lebih baik dari induknya. Itu artinya generasi terbaru kualitas indukan yang dihasilkan semakin baik,” kata Budiman. Selama 2008, BPBI baru bisa menghasilkan 60 paket indukan (1 paket indukan nila terdiri atas 300 betina dan 100 jantan). Angka tersebut baru memenuhi sekitar 3% kebutuhan indukan nila di Jawa Barat. Peningkatan terjadi di 2009, sekitar 12% kebutuhan induk di Jabar dapat dipenuhi.
Kebutuhan indukan nila di Jabar untuk 2009 disebutkan Budiman sekitar 2.700 paket, sedangkan tahun depan diperkirakan mencapai 3.100 paket. “Target kita, pada 2011 semua kebutuhan indukan nila di Jawa Barat bisa dipenuhi dari Nirwana,” kata Budiman. Pihaknya menekankan pendataan dalam proses distribusi indukan kepada masyarakat. Disamping itu, untuk menjaga keaslian, induk-induk tersebut disertai surat keterangan dari Dinas Perikanan dan Kelautan dan dengan masa kadaluarsa induk 2 tahun.
Gesit, Rekayasa Sex
Sementara itu di tahun yang sama, di tempat berbeda, ikan nila unggul jenis lain juga dirilis. Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi menghasilkan nila Gesit (galur unggul induk jantan). Nila gesit merupakan jenis nila hitam hasil kerjasama penelitian BBPBAT Sukabumi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Institut Pertanian Bogor (IPB).
Penggunaan hormon untuk mengarahkan kelamin saat ini sudah dilarang, sehingga pemanfaatan teknologi jantan super (YY supermale) merupakan alternatif terbaik. Secara normal ikan nila betina memiliki kromosom XX, sedangkan jantan XY. Melalui rekayasa, kromosom ikan nila jantan diubah menjadi YY. Sehingga hasil pengawinannya dengan betina normal akan diperoleh benih yang didominasi jantan (XY), kisarannya 96% jantan. Rekayasa sex ini dilakukan lantaran nila jantan memiliki keunggulan pertumbuhan relatif 2 kali lebih cepat ketimbang nila betina.
Bahkan melangkah lebih maju, Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Nila “Mina Cikole”, Banter Majalengka Jabar yang digunakan sebagai lokasi uji kualitas, tengah melakukan upaya persilangan antara Nirwana dengan nila Gesit. Menurut Pelaksana Teknis UPR Nila “Mina Cikole”, Banter Majalengka, Arief Maulana Syam, dari hasil persilangan tersebut diharapkan muncul jenis nila mayoritas jantan dengan keunggulan pertumbuhan cepat dan daging yang tebal. “Kita juga rencananya akan membandingkan kualitas jenis nila yang baru dirilis yaitu Larasati dan Best,” kata Arief.
Data BBPAT Sukabumi menunjukkan, 54.855 ekor benih nila Gesit yang dihasilkan selama 2008 telah didistribusikan ke 18 provinsi. Jumlah ini meningkat dari hasil di 2007 yang mencapai 45.530 ekor. Sampai saat ini, total benih nila Gesit yang sudah didistribusikan tercatat 100.385 ekor.
Best, Tahan Streptococciasis
Pendatang baru, yang paling anyar di kelas nila adalah Larasati (nila merah strain janti) dan Best (Bogor Enhanced Strain Tilapia). Peluncuran kedua jenis nila unggulan tersebut dilakukan secara simbolik oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Klaten Jawa Tengah (23/11).
Nila Best, jenis nila hitam ini berasal dari generasi ke-6 nila Gift hasil evaluasi Balai Riset perikanan Budidaya Air Tawar (BRPBAT) Cijeruk Bogor selama kurun waktu 2004 – 2008. Berdasarkan kajian, nila jenis ini memiliki kekuatan 140% lebih tahan terhadap serangan penyakit Streptococcus dibanding varietas lainnya.
Selama ini, menurut teknisi lapangan PT Suri Tani Pemuka (produsen pakan ikan) area Semarang Mulyadi, penyakit masih jadi salah satu hambatan berkembangnya usaha budidaya nila. Streptococciasis, yang disebabkan bakteri Streptococcus disebutnya sebagai penyakit yang utama. Sebagai gejala antara lain, di awal infeksi mata ikan tampak menonjol, warna badan secara umum pucat. Serangan bakteri ini berakibat bobot badan menurun, dan menyebabkan kematian yang bisa sampai 75% ,khususnya saat tebar benih.
Menurut Otong Zenal Arifin, salah satu peneliti dari BRPBAT Bogor pengembangan induk nila Best melalui proses seleksi yang panjang dan teliti. “Dengan terpusatnya penghasil induk, proses menghasilkan sifat-sifat unggul dapat terus dilakukan sehingga semakin lama semakin sempurna keunggulannya,” optimis Otong berujar. Lebih lanjut ia menjelaskan, sebanyak 200 ribu calon induk nila Best telah disebar ke balai perbenihan di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Jogjakarta, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. “Sehingga pada 2014 diharapkan telah tersedia 1,4 juta induk Best,” harapnya.
Dijabarkan lebih rigid oleh Otong, harga calon induk Best cukup terjangkau, hanya Rp 250,-/ekor ukuran 2-3 cm. Sedangkan benih sebarnya Rp 50,-/ekor untuk ukuran yang sama. Produksi telur induk nila Best mencapai 1.500 – 3 ribu butir/ekor atau 3 – 5 kali lebih banyak dibanding nila umumnya. Dalam setahun nila jenis ini mampu memijah 6 kali, dengan produksi telur terbanyak pada musim hujan. Porsi daging yang dihasilkan juga lebih tinggi karena posturnya yang buntek, perbandingan panjang badan dan panjang total mencapai 70%, sedangkan pada nila umumnya hanya 63%. Pertumbuhan ikan ini 1,5 – 2 kali lebih cepat dengan konversi pakan 1,0 – 1,1 pada pemberian pakan dengan kandungan protein.
Selengkapnya baca di Majalah Trobos edisi Desember 2009
Tempelan/Magnet Kulkas dari Clay
Written by F Lenny K
Friday, 12 June 2009
Membuat tempelan/magnet kulkas ternyata tidak sulit, lho… Ingin coba membuatnya sendiri? Mari kita coba bersama!
Alat dan Bahan:
- 20 gr tepung maizena
- 20 gr tepung tapioca
- 20 gr tepung beras
- Lem PVC
- Benzoat secukupnya
- Pipa
- Pinset
- Spidol
- Gunting kecil
- Tusuk gigi
- Cetakan
- Sedotan (ujung dibuang setengah)
- Pewarna
Cara membuat:
![]()
1. Campur tepung maizena, tapioca, beras, benzoat, dan lem. Uleni hingga kalis. Bagi beberapa adonan menjadi beberapa bagian sesuai kebutuhan, dan beri warna masing-masing bagian.
Cara mewarnai: celup ujung adonan ke pewarna, lalu uleni hingga warna merata.

2. Gilas adonan dengan pipa hingga rata, lalu cetak dengan cetakan berbentuk hati. Taruh hasil cetakan di atas permukaan yang rata dan kaku hingga mengering.
3. Bentuk kepala kelinci, beri mulut dengan menggunakan sedotan. Bentuk pula bulatan kecil untuk hidung, bentuk tetes air dipipihkan untuk telinga, bentuk tetes air pipih lagi untuk wortel (beri guratan untuk tekstur wortel dengan menggunakan jarum), dan tetes air pipih lagi untuk daun.
4. Setelah semua kering, tempel kepala kelinci terlebih dahulu pada hati dengan menggunakan lem. Gambar mata di kepala kelinci. Lalu berturut-turut tempelkan telinga, wortel, dan daun.

5. Lalu tempelkan magnet dibelakang hati, dan terakhir vernis dengan menggunakan vernis cair. Setelah kering, bisa digunakan untuk ditempel di kulkas, atau untuk souvenir…
Selamat mencoba!

Narasumber: Indira
Foto0fot: R. Suryanto
Sumber : klubnova.tabloidnova.com
Berbagai jenis bunga hias bisa menjadi pilihan untuk koleksi kita. Meskipun banyak bunga yang dulunya booming tapi sekarang sudah kehilangan pamor, bagi pecinta bunga hias sejati itu bukanlah masalah. Sambil menunggu munculnya primadona baru di tahun 2010, ada baiknya kita review beberapa bunga hias di bawah ini.
ADENIUM
Adenium atau si kamboja jepang pernah melejit sebagai bunga hias incaran kolektor. Dewasa ini tanaman yang juga dinamai mawar gurun ini tidak lagi disukai hanya karena keindahan bunganya tetapi lebih ke arah gaya bonsai dengan keunggulan bentuk bonggol dan tajuk-tajuk batangnya yang indah.
ANTHURIUM
Tanaman hias yang dinamai si raja daun ini mengebrak dunia tanaman hias Dunia dengan berbagai varietas maupun hybridnya. Kepopuleran Anthurium ini di duga dikarenakan banyak diselenggarakanya berbagai event pameran dan kontes Anthurium dengan hadiah yang cukup menarik dan menggiurkan. Namun ketika pasar sudah jenuh pamor tanaman hias yang satu inipun ikut turun.
EUPHORBIA
Masyrakat menyambut dengan reaksi luar biasa pada masa awal kehadiran bunga dengan batang berduri ini.
Dilihat dari segi kualitas, euphorbia tak kalah dari adenium, atau hampir sebanding dengan pachipodium dan kaktus. Hal itu karena euphorbia dan pachipodium berbatang duri, tetapi mereka sama-sama memiliki bunga yang cantik.
Hal yang membedakan euphorbia dan pachypodium adalah sosoknya. Euphorbia memiliki daun rimbun, bunga pun menutupi tajuk-tajuknya. Dengan penampilannya itu duri seolah “ngumpet” di balik rrimbun daunya. Lain halnya dengan pachypodium yang memiliki duri-duri di sekujur batang daun dan bunganya muncul di ujung batang. Hampir serupa kaktus yang diibaratkan sebagai penjelmaandari dwarf pachypodium
(bersambung)
Saat ini, tapak dara (Catharanthus roseus/ Vinca rosea) semakin popular. Apalagi beragam penelitian ilmiah mengungkapkan tapak dara dapat mengatasi keluhan pada penderita kanker, leukemia dan diabetes.
Sosoknya terlihat mungil dengan bunga beraneka warna, indah sebagai penyemarak taman atau ditanam dalam pot. Bunga tapak dara silih berganti bermekaran sepanjang tahun (perennial). Dulu, bunga ini hanya berwarna ungu dan putih, kini tapak dara banyak disilangkan sehingga terbentuk varietas baru dengan warna beragam.
Tapak dara yang juga masih keluarga kamboja ini diduga berasal dari India dan Amerika Tengah . Bahkan ada yang menyebutkan tapak dara berasal dari Madagascar, karena itu masyarakat Eropa memberinya julukan Madagascar Periwinkle.
Daunnya mengandung senyawa alkoloid yaitu vinkristin dan vinblastin. Kedua senyawa ini bersifat antineocristine yang terbukti ampuh melawan keganasan sel kanker.
Selain mengatasi kanker, senyawa leurisine dan vindoline yang juga dikandung tapak dara dapat digunakan sebagai pengganti insulin bagi penderita diabetes. Sedangkan zat aktif vinblastine dan vincristine dipercaya mampu menjinakkan penyakit leukemia, pembengkakan limpa, kanker payudara dan tumor ganas.
Untuk dijadikan obat herbal menyembuhkan penyakit-penyakit itu, caranya adalah dengan mengambil segengam daun tapak dara, campur buah plus kulit kayu pulasari dan gula merah/Jawa secukupnya. Rebus dengan 3 gelas air. Setelah air tinggal separuh, angkat. Minum pagi, siang dan malam hari masing-masing 1/2 gelas.
Disarikan dari berbagai artikel.
Keanekaragaman hayati yang demikian kaya yang dimiliki Indonesia menjadikan banyak pilihan untuk menanam tanam di sekitar. Tanaman Obat, Tanaman Hias dan Tanaman Hias termasuk diantara pilihanya.
TANAMAN OBAT
Pengobatan alternatif dengan herbal menjadi gaya hidup dewasa ini. Pengobatan secara Herbal memiliki kelebihan dari obat kimia karena sifatnya yang alami sehingga tidak menyebabkan efek samping.
Semakin hari semakin banyak saja tanaman yang diketahui berdasarkan penelitian ilmaih berkhasiat mengobati penyakit dari yang ringan sampai yang berat seperti kanker. Dulu tanaman ini banyak ditanam warga dengan program apotek hidup atu TOGA (Tanaman Obat Keluarga).
Contoh berbagai tanaman obat yang bisa ditanam adalah kumis kucing, katuk (buat ibu menyusui), lidah buaya, akar wangi, mahkota dewa dan masih banyak yang lainya.
TANAMAN HIAS
Tanaman Hias ini banyak sekali jenisnya, dari mulai yang disukai karena bunganya seperti anggrek, adenium, euphorbia dan sejisnya, atau yang disukai karena daunya seperti gelombang cinta maupun yang disukai karena batangnya atau bonggolnya seperti bonsai dan adenium.
Tanaman hias ini paling cocok ditanam dalam pot, dan juga paling banyak ditanam di rumah. Kehadiran sang tanaman akan membuat rumah makin cantik, asri dan sebagian juga bisa menunjukan status sosial pemiliknya.
Berdasarkan penempatanya, tanaman hias ada yang termasuk tanaman indoor dan outdoor. Tanaman indoor adalah tanaman yang diletakan di dalam ruangan, biasanya tanaman ini memiliki ketahanan karena memerlukan sedikit cahaya matahari. sebaliknya tanaman hias yang dilekan di luar ruangan biasanya tanaman yang memerlukan intensitas cahaya matahai tinggi.
TANAMAN BUAH
Berbagai jenis buah-buahan bisa ditanam di depakarangan rumah. Biasanya tanaman yang ditanam tergantung letak geografisnya. untuk dataran rendah banyak ditanam seperti buah mangga dan jambu. sedangkan untuk dataran tinggi tanaman buah yang ditanam biasa berupa apel, anggur dan lengkeng. Sebenarnya masih banyak jenisnya namun munkin lebih fokus dibahas di postingan berikutnya.
Untuk pekarangan yang sempit, biasanya tanaman ini memakan tempat karena struktur percabanganya yang besar. oleh karena itu sering dikembangkan untuk ditanam di dalam pot atau yang lebih dikenal dengan tanaman buah dalam pot (tabulampot).
Selain tidak memakan lahan, tabulampot juga mudah merawat dan bisa menambah cantik penampilan rumah. hampir semua jenis tanaman bisa ditanam dengan sistem tabulampot. Hanya tanaman tertentu saja yang tidak bisa seperti kelapa dan pisang.
source pic: potho bucket